Showing posts with label berita-islami. Show all posts
Showing posts with label berita-islami. Show all posts

Saturday, August 31, 2013

Dijajah, Warga Palestina Tetap Turun Jalan Bela Rakyat Mesir

Apa yang terjadi di Mesir merupakan perang terhadap nilai kebebasan dan keadilan, Syeikh Husain Abu Kuwai.

onemoslem.blogspot.com
Kelompok perlawanan Hamas Hari Jumat (16/08/2013) menggelar aksi solidaritas usai shalat Jumat di depan Masjid Agung Birah pusat kota Ramallah, mengutuk pembantaian terhadap demonstran di Mesir.
Koresponden Pusat Informasi Palestina (PIC) melaporkan, kawasan sekitar masjid dipenuhi aparat keamanan otoritas berseragam sipil dan militer.
Aparat keamanan mengepung para demonstran dan melarang mereka melanjutkan aksi solidaritas, dan menyita spanduk dan bendera serta poster yang mereka bawa.

Para penggagas aksi menyerukan kepada para demonstran untuk tetap berada di depan masjid dan menghalangi aparat yang hendak menyerang mereka.
Tokoh Hamas, Syeikh Husain Abu Kuwaik dalam wawancara dengan PIC menyatakan, apa yang terjadi di Mesir merupakan perang terhadap nilai kebebasan dan keadilan, juga perang terhadap Islam dan kaum Muslimin.

Menurutnya, para pelaku kudeta di Mesir setelah merasa gagal, mereka melakukan pembantaian terhadap para pengunjuk rasa yang melakukan aksi damai.
Abu Kuwaik menjelaskan, aksi solidaritas ini merupakan kepedulian rakyat Palestina terhadap saudara mereka di Mesir yang menjadi sasaran pembantaian oleh pihak militer Mesir.
“Kami pun merasakan apa yang mereka rasakan disebabkan penjajahan yang menimpa Palestina,” ujarnya.

Serang Jamaah Jumat, Zionis juga Rombak Masjid Nabi Samuel

onemoslem.blogspot.com
Zionis menguasai masjid al Amin, sebuah ruangan untuk shalat warga. Kemudian mereka melakukan yahudisasi tempat makam Nabi Samuel dan membangun di atasnya sinagog.

Sumber medis Palestina melaporkan, puluhan kaum Muslimin menderita sesak nafas akibat tembakan gas air mata yang dilepaskan serdadu zionis di Masjid Omar Bin Al-Khattab di desa Kufur Qaddoum, Qalqiliya di Utara Tepi Barat kemarin Jum’at (23/08/2013).

Seperti dikutip dari situs IMEMC (International Middle East Media Center), serangan itu terjadi setelah serdadu-serdadu zionis menggunakan kekuatan berlebihan dalam menghadapi pengunjuk rasa mingguan di tembok pemisah dan permukiman ilegal Yahudi. Sejumlah saksi mata melaporkan bahwa serdadu-serdadu zionis berada di gunung untuk memantau desa kemudian menembakkan puluhan bom gas ke Masjid Omar Bin Al-Khattab saat shalat Jumat.

Puluhan kaum Muslimin, termasuk orang tua lanjut usia mengalami gangguan pernafasan karena menghirup gas. Lebih lanjut, Koordinator Komite Rakyat Menentang Tembok Pemisah, Morad Eshtweity mengatakan, puluhan serdadu menyerang desa pukul sebelas siang lalu menembaki rumah-rumah penduduk.
Seorang penduduk bernama Mash-hour Jom’a, 42, terkena tembakan bom gas di tangannya. Penduduk lain, Mohammad Shaker Eshtweity terkena tembakan bom gas di punggungnya dan puluhan warga lainny menderita akibat menghirup gas air mata.

Para penduduk desa mengatakan, mereka tetap bertekad melanjutkan aksi unjuk rasa mingguan untuk memprotes pembangunan tembok ilegal dan permukiman Yahudi, meski militer ‘israel’ secara brutal menyerang penduduk dan desa mereka.
Pada Jum’at kemarin, unjuk rasa menentang pembangunan tembok apartheid dan permukiman ilegal Yahudi juga terjadi di Nabi Saleh, Bil’in, Nil’in, di dekat Ramallah dan desa Al-Ma’sara di Selatan Tepi Barat. Para penduduk dan aktivis internasional serta ‘israel’ di desa Bil’in dan Nil’in mencoba mendekat ke tembok.
Serdadu-serdadu zionis yang berjaga di sisi balik tembok kemudian menembakkan gas air mata, peluru karet ke arah pengunjuk rasa yang tidak bersenjata. Banyak penduduk sipil kemudian menderita akibat terkena efek gas air mata.

Jadi Tangsi Militer

Sementarra itu, Yayasan Wakaf al Aqsha mengungkap tindakan pasukan penjajah Zionis yang merubah sebagian masjid desa Nabi Samuel di utara al Quds menjadi tangsi militer dan pos pengawasan. Yayasan al Aqsha memperingatkan akan bahaya yahudisasi yang bisa terjadi di desa Nabi Samuel dan masjidnya.
Yayasan al Aqsha dikutip Pusat Informasi Palestina (PIC) mengingatkan, militer Zionis sengaja merubah desa dan masjid Nabi Samuel menjadi tangsi militer sehingga sulit untuk dimasuki. Mereka juga menjadikan atap masjid untuk kegiatan militer dan menara pengawas.

Yayasan al Aqsha menambahkan bahwa otoritas arkeologi Zionis telah mencuri batu besejarak kuno yang ada di atas gerbang dalam masjid dengan dalih bahwa pihak otoritas arkeologi Zionis berniat untuk merenovasinya dan memperbaikinya kembali. Namun pengalaman sebelum-sebelumnya membuktikan bahwa aksi semacam ini hanyalah pencurian secara bertahap terhadap peninggalan Islam dan sejarah serta untuk melakukan proses yahudisasi secara terang-terangan.

Zionis menguasai masjid al Amin, sebuah ruangan untuk shalat warga. Kemudian mereka melakukan yahudisasi tempat makam Nabi Samuel dan membangun di atasnya sinagog dan menjadikannya sebagai tempat ibadah untuk kaum pendatang Zionis serta tempat untuk melaksanakan ritual-ritual agama mereka. Yayasan al Aqsha menegaskan bahwa masjid desa Nabi Samuel dan peninggalan desa sedang mengalami penghancuran sejarah secara besar-besaran dari pihak penjajah Zionis.
Di akhir pernyataannya, Yayasan al Aqsha menyerukan organisasi-organisasi dan lembaga-lembaga internasional serta UNESCO yang konsen dengan masalah peninggalan arkeologi untuk melindungi sejarak desa Nabi Samuel dan menghentikan kejahatan yang dilakukan penjajah Zionis terhadap peninggalan dan sejarah di sana.

Puluhan Pemukim Zionis Serbu Masjidil Aqsha


onemoslem.blogspot.comPuluhan pemukim ekstrimis yahudi, Ahad (25/08/2013) pagi menyerbu halaman Masjidil Aqsha dari arah gerbang Maghoribah dengan pengawalan ketat pihak kepolisian penjajah Israeli.
Yayasan Wakaf Al-Aqsha dikutip Pusat Informasi Palestina (PIC) dalam keterangan persnya menyebutkan, sekitar 40 pendeta/rabi Yahudi dan sejumlah pimpinan sekte ekstrimis Haridim yahudi menyerbu Masjidil Aqsha, dalam dua kelompok yang berkeliling di kawasan halaman Al-Aqsha.
Menurut Jubir Yayasan, Mahmud Abu Atha, kondisi Al-Aqsha sangat genting dan menjadi target provokasi yang dilakukan pasukan penjajah zionis, sementara itu pihak keamanan Al-Aqsha dan para penuntut ilmu terus berada di dalam masjid untuk menghadang serbuan dan pelanggaran ini.
Abu Atha menyebutkan, puluhan pemukim yahudi hampir setiap hari berada di dalam Masjidil Aqsha, disebutkan serbuan ekstimis zionis dalam jumlah besar kemungkinan terjadi selama hari raya yahudi awal bulan depan nanti.

Penjajah Zionis Manipulasi Kurikulum Pendidikan di Al-Quds


Untuk memanipulasi kurikulum Palestina, 5 sekolah di Al-Quds mulai mengajarkan kurikulum ‘israel’ di beberapa kelas .
Kepala Direktorat Pendidikan di Al-Quds atau Yerusalem, Samir Jibril memperingatkan upaya penjajah zionis ‘israel’ untuk memanipulasi kurikulum Palestina. Jibril menyebutkan, lima sekolah di Al-Quds mulai mengajarkan kurikulum ‘israel’ di beberapa kelas.

Dikutip oleh kantor berita Palestina Alray, Jibril meminta kepada para orangtua agar tidak terjebak dalam propaganda zionis bahwa sekolah yang mengajarkan kurikulum penjajah “lebih modern” dan “menjanjikan masa depan yang cerah” bagi anak-anak. Sekolah-sekolah ini, ujarnya, memiliki dampak serius terhadap rasa kejiwaan siswa.

Alray tidak menjelaskan bagian kurikulum mana saja yang dimaksudkan oleh Jibril sebagai manipulasi.

“Kami ingin semua murid Palestina di Al-Qus mendapatkan tahun akademik yang sukses dan penuh kerja keras. Dan kami berharap setiap siswa bisa mendapatkan kursi di tengah kekurangan ruang kelas yang parah akibat peraturan-peraturan penjajah ‘israel’ yang ingin merusak pendidikan di Al-Quds,” ujarnya.

Ia mengatakan, penjajah zionis ‘israel’ tidak mengizinkan warga Palestina di Al-Quds untuk membangun sekolah baru. Pemerintah penjajah juga tidak memberikan pelayanan pendidikan bagi anak-anak Palestina yang di kawasan penjajahan, selain di sekolah-sekolah yang kurikulumnya seratus persen disusun oleh penjajah.